Universitas Lampung
http://lemlit.unila.ac.id/index.php?go=menudua&idmenudua=144
HARI KASKOYO
Jurusan Manajemen Hutan Fakultas Pertanian UNILA
ABSTRAK
Kawasan hutan produksi di Kabupaten Lampung Selatan seluas 57.476,9 ha (SK Menhutbun
No. 256/Kpts-II/2000) selayaknya dapat memberikan fungsi ganda, tidak hanya fungsi
ekologis tetapi juga memberikan manfaat ekonomis. Sejak era reformasi, sebagian besar
kawasan hutan produksi yang ada di Kabupaten Lampung Selatan tersebut sudah diduduki
dan di rambah masyarakat. Kondisi ini tentu saja sangat memprihatinkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kawasan hutan produksi dan permasalahan
yang ada di lapangan. Lokasi penelitian adalah kawasan hutan produksi di Kabupaten
Lampung Selatan yang terdiri dari Register 1, 2, 5, 18, 35, 37, dan 40. Sampel dalam
penelitian berjumlah 14 orang atau 2 orang tiap register dan diambil secara purposive, yaitu
masyarakat yang bermukim di dalam kawasan hutan produksi. Data yang diambil dianalisis
secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kawasan hutan produksi sudah dirambah
dan diduduki oleh masyarakat. Kawasan sudah ditanami tanaman palawija, kelapa sawit,
singkong dan tanaman pertanian lainnya serta tegakan yang tersisa seluas sekitar 4.000 ha
berupa tegakan gmelina dan jati. Selain sudah ditanami tanaman pertanian, di sebagian besar
kawasan juga sudah didirikan bangunan permanen berupa rumah, sekolahan dan perkantoran.
Di dalam kawasan juga sudah banyak dibangun sarana dan prasarana transportasi dan
komunikasi. Semua responden mengetahui bahwa lahan yang diduduki merupakan kawasan
hutan dan mereka dahulu memperoleh lahan tersebut dengan membeli dengan harga berkisar
Rp 2.500.000,- hingga Rp 3.000.000,- per 2 ha lahan garapan sedangkan lahan untuk
pemukiman dan pekarangan diberi gratis. Responden bersedia untuk diatur oleh pihak
kehutanan apabila nantinya akan ditertibkan oleh pihak kehutanan.
Keywords : hutan produksi, manfaat ekonomis, Lampung Selatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar